I
cast: sebagai matahari
ketika kaupegang tanganku, dalam hujan dan aku menangis,
palu itu terus memukul kepalaku, dengan dengung terus menggaung di telingaku.
kau begitu yakin aku mampu menjadi matahari. besok, pasti baik aku ataupun kau
pergi sebelum pagi. aku melihatmu sebagai bintang di malam kemarin. kita tak
ketemu lagi, nanti
dalam ramai. sama mengulang kembali, kosong. pada lubang
yang menggerogoti mati hati. dan bicara kadang tak pernah sempurna. aku luput
memaknaimu. sebuah peran dipilih sebagai bintang dan matahari
sampai hujan terus membuat pelangi. aku tak ingin menjadi
matahari
II
cast: sebagai bintang
ketika daun-daun subuh luluh mengetuk-ngetuk jendelamu, aku
menyelinap dalam gemetarmu. gema itu terus memaksa mempurukkan kepalaku di
dadamu. hingga puting susumu yang kecil menelesapkan gelisahmu yang dalam ke
mulutku. kejora.
tak pasti apakah bisa kuberikan seluruh cahaya yang kumiliki
sebelum pagi. aku hanya kepingin melihat matahari. dan aku mati. bintang kehilangan
terang
sementara hujan membuat pelangi. aku tetap memandangmu
sebagai matahari
Jogja, 2005 —(by:
hindra)