…ketika aku tak lagi bisa membaca. seseorang yang datang, seseorang yang pergi, seseorang yang pernah singgah, telah diam-diam menuliskan bacaannya di buku harianku. …dan dengan terang kukatakan, bahwa sejenak bersama merekalah aku menemukan sesuatu yang tak terbaca olehku. setelah semuanya datang atau menghilang…
<

aku menangis.

semua orang tau itu. tapi mereka nggak tau sejak kapan, dan sampai kapan.

aku saja nggak tau.

mungkin sejak laki-laki itu pergi, mungkin sejak laki-laki itu kembali.

dulu ia begitu mengganggu. tapi kepergiannya ternyata lebih mengganggu.

aku keliru.

aku tak bisa tidur. tak ada acara yang menghibur.

parahnya, aku tak bisa menuliskannya.

diariku kosong.

kosong…