…ketika aku tak lagi bisa membaca. seseorang yang datang, seseorang yang pergi, seseorang yang pernah singgah, telah diam-diam menuliskan bacaannya di buku harianku. …dan dengan terang kukatakan, bahwa sejenak bersama merekalah aku menemukan sesuatu yang tak terbaca olehku. setelah semuanya datang atau menghilang…
<

1

tak ada apa-apa pagi ini

itu saja yang bisa kukatakan kepadamu

jangan paksa, sebab tak ada apa-apa

lantai begitu dingin, aku enggan berjalan-jalan

salahnya, kita samasama memilih mengikis ingatan—sampai habis

2

kamu boleh lupa

tapi kita adalah satu silsilah dalam keluarga,

ingatkah sepenggal cerita yang kutulis di belakang pintu:

kubelikan eskrim yang penuh krim, kau mau?

bersama seorang babu—yang sintal—yang sepenuhnya tak kukenal

tak kaukenal

kumasuki babumu di belakang pintu karena aku adalah hantu

kumasuki babumu, ibumu, kamu

kumasuki babumu yang lain, ibumu yang lain, kamu yang lain

tak kukenali waktu dan terus berubah menjadi bayang-bayang

seperti seseorang. yang sepenuhnya akan kau kenal

kau menyebutku ayah. tak apa jika akan kau cintai aku dengan payah

karena aku adalah hantu

yang mengikuti semau waktu yang ada di telapak kakimu

3

ceritakan kepadaku tentang apa yang tak bisa diingat dan disesap

karena aku adalah yang sesaat, yang sekejap

September 20th, 2008 at 5:19 pm