…ketika aku tak lagi bisa membaca. seseorang yang datang, seseorang yang pergi, seseorang yang pernah singgah, telah diam-diam menuliskan bacaannya di buku harianku. …dan dengan terang kukatakan, bahwa sejenak bersama merekalah aku menemukan sesuatu yang tak terbaca olehku. setelah semuanya datang atau menghilang…
<

aku terhanyut engkau berkali-kali

lumpur kering yang retak

tempat mekar mawar merah mudamu, ayah

muasal cinta,

lembab. geliat tak kasat. pekat

ruang mengikatku begitu dalam

memikat! ketika tiba-tiba Kala mencuat

ini cinta? tapi hanya yang senyap berdiam

apa ayah tahu?

cinta kuberikan sebagai perawan

waktu menghantu di sudut-sudut pintu

lonceng gereja menghentikanku untuk bepergian

dan katamu, bercintalah dengan ibu!

sebelum haid dan akil baliq

sebelum kenal luka dan tahu dosa

apakah luka dan cinta bermula dari sana?

September 20th, 2008 at 5:42 pm