…ketika aku tak lagi bisa membaca. seseorang yang datang, seseorang yang pergi, seseorang yang pernah singgah, telah diam-diam menuliskan bacaannya di buku harianku. …dan dengan terang kukatakan, bahwa sejenak bersama merekalah aku menemukan sesuatu yang tak terbaca olehku. setelah semuanya datang atau menghilang…

kupu-kupu dalam kepalaku tak ingin terbang

tak seperti kupu-kupu di kepala mereka

; kepalaku kepompong yang hangat

kupu-kupuku tak ingin merajut sayap

membeku dan mengumpul jadi sengat

di kepala,

bergerombol seperti ingin jadi rengat

ma, pecahkan kepalaku!

agar kupu-kupuku terbang

seperti yang lain

: rajutkan sayap-sayap kecil,

dan jahitkan pada punggungnya!

berikan pedih agar lekas besar

tumbuhkan bulu-bulu perasa

hingga tahu tentang cuaca dan hawa

ketika terlepas,

di atas daun hijau atau putik bunga

di malam hari saat kepalaku memburai

September 20th, 2008 at 5:45 pm and tagged  | Comments & Trackbacks (0) | Permalink